Sukses
bukan takdir melainkan sebuah pilihan yang harus kita pilih
Ungkapan ini tentu sudah sering sekali Anda dengarkan.
Lebih dari 80% orang setuju dengan ungkapan tersebut karena meyakini bahwa
Tuhan itu Maha Adil. Namun sangat disayangkan fakta yang terjadi justru
sebaliknya. Apalagi ketika kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan, ”Kalau memang Tuhan itu adil dan sukses adalah hak semua
orang, mengapa masih banyak orang yang hidupnya susah dan melarat?”
kira-kira apa jawaban Anda?
Percaya atau tidak sebagian orang, bahkan mereka yang
intelektualnya tinggi sekalipun (termasuk Anda juga mungkin, hehehe…) akan
menjawab, ”Memang sudah takdirnya / garis tangannya
/ nasibnya.” Dengan kata lain seberapa keras usaha kita, kalau nasibnya
jadi orang yang melarat ya mau bagaimana lagi. Kalau begitu caranya apes banget
orang melarat dilahirkan ke dunia ini. Mending ngga usah dilahirkan aja kalau
ujung-ujungnya kaya gitu, betul ngga?
Kalau memang seperti itu yang Anda yakini, maka 2 hal
yang secara tidak langsung sudah Anda lakukan :
- Anda mengatakan bahwa Tuhan TIDAK ADIL
- Anda MENYALAHKAN Tuhan yang bersabda dalam Kitab Suci, ”Tidaklah Kami mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah nasibnya sendiri.”
Anda mau masuk neraka gara-gara dua hal ini. Udah apes
terlahir jadi orang susah, eh ujung-ujungnya masuk neraka gara-gara merasa itu
adalah nasib Anda.
Sekarang kita balik kasusnya. Anda adalah orang
sukses. Kesuksesan Anda didapat setelah melalui perjalanan panjang yang
menghabiskan banyak pengorbanan. Disamping itu suka dan duka pun mengiringi.
Pokoknya kisah hidup Anda kalau dibiografikan, bakal jadi best seller.
Apa jadinya bila sebagian besar orang berkata sama
Anda, ”Ah, kamu beruntung, nasibmu emang bagus.” Gimana coba perasaan Anda.
Apalagi harga yang Anda bayar untuk sebuah kesuksesan tersebut ngga sedikit.
Terima ngga dengan pernyataan itu?
Setiap orang bisa sukses bila mereka mau dan berani
mengambil keputusan untuk action. Jadi nasib tidak dominan menentukan kesuksesan kita.
Bukankah itu sudah menjadi Janji Tuhan.
Nah, bagaimana dengan mereka yang benar-benar gagal,
hidup susah dan melarat? Walau terdengar kejam, saya akan menjawab itu akibat
pilihan mereka sendiri. Mereka memilihnya secara tidak sadar.
Satu perbedaan yang pasti antara orang sukses dan
orang gagal adalah pada pola pikirnya. Mereka yang punya pemikiran sukses dan
keyakinan kuat bahwa suatu saat akan sukses, cenderung akan menjadi orang
sukses meskipun latar belakangnya saat ini sangat tidak mendukung.
Sebaliknya mereka yang cenderung pesimis dan tidak
punya cita-cita dan keyakinan sukses yang kuat, maka sudah bisa dipastikan
hidupnya tidak akan berubah lebih baik meskipun latar belakangnya saat ini
lebih baik dari pada mereka pada contoh sebelumnya.
Sebagai penutup, ada lima pertanyaan yang bisa menjadi
bahan renungan Anda.
- Apakah Anda sudah memikirkan untuk menjadi orang sukses?
- Apakah Anda sudah memutuskan untuk menjadi orang sukses?
- Seberapa besar keyakinan Anda bahwa suatu saat Anda akan benar-benar menjadi orang yang sukses?
- Adakah keraguan dalam diri Anda bahwa suatu hari kelak Anda akan menjadi orang yang sukses?
- Tindakan apa yang sudah Anda lakukan untuk mencapai kesuksesan itu?
Anda bisa menjawab kelima pertanyaan ini. Apapun
jawaban Anda, itulah yang akan menunjukkan bagaimana keadaan Anda di masa
mendatang. Ingat, kesuksesan adalah sebuah pilihan hidup. Pastikan Anda memilih
dan memutuskan untuk menjadi orang sukses. Sampai jumpa di puncak kesuksesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar